Lelaki menemani bangku kosong yang terus sunyi
Berputus asa menanti melati tumbuh kembali
Yang tercerabut dari akar pada kayu di kakinya
Tak sadar ditebasnya akar yang tumbuh pada kayu
Lalu cinta itu mati memupus asa yang dinanti senja layu
Melati tak pernah kembali dan penyesalan dibawa mati
Lalu dibawa terbang kupu-kupu yang tak bersayap lagi
Melati terpuruk sendiri diantara ilalang tajam dan luka perih
Lelaki senja menunggu di bangku kosong dengan peluh sedih
Lelaki dan melati tak pernah lagi berjumpa apatah lagi berseri
Keduanya hilang dan mati dalam senja yang diterbangkan angin
Lelaki senja kehilangan melati yang kemarin memadu janji
Kenangan tak lagi singgah dalam nadi darah hati
Semuanya hilang sirna dan sia-sia
Lelaki kehilangan melati, melati mati ditinggal senja
***
Repost by Fiksi Sunyi, Manado, Januari 2021

Slaam puisi mas Han
BalasHapusTerima kasih Mbak Ari...baru emulai lagi nih...
Hapus